AWG (American Wire Gauge)

AWG adalah standar ukuran kabel yang di gunakan di amerika. Semakin besar AWG maka akan semakin kecil diameter kabel

American Wire Gauge
(AWG)
Diameter
(inches)
Diameter
(mm)
Cross Sectional Area
(mm2)
0000 0.46 11.68 107.16
000 0.4096 10.40 84.97
00 0.3648 9.27 67.40
0 0.3249 8.25 53.46
1 0.2893 7.35 42.39
2 0.2576 6.54 33.61
3 0.2294 5.83 26.65
4 0.2043 5.19 21.14
5 0.1819 4.62 16.76
6 0.162 4.11 13.29
7 0.1443 3.67 10.55
8 0.1285 3.26 8.36
9 0.1144 2.91 6.63
10 0.1019 2.59 5.26
11 0.0907 2.30 4.17
12 0.0808 2.05 3.31
13 0.072 1.83 2.63
14 0.0641 1.63 2.08
15 0.0571 1.45 1.65
16 0.0508 1.29 1.31
17 0.0453 1.15 1.04
18 0.0403 1.02 0.82
19 0.0359 0.91 0.65
20 0.032 0.81 0.52
21 0.0285 0.72 0.41
22 0.0254 0.65 0.33
23 0.0226 0.57 0.26
24 0.0201 0.51 0.20
25 0.0179 0.45 0.16
26 0.0159 0.40 0.13

Sumber.http://www.engineeringtoolbox.com

American Wire Gauge
(AWG)
Diameter
(inches)
Diameter
(mm)
Cross Sectional Area
(mm2)
0000 0.46 11.68 107.16
000 0.4096 10.40 84.97
00 0.3648 9.27 67.40
0 0.3249 8.25 53.46
1 0.2893 7.35 42.39
2 0.2576 6.54 33.61
3 0.2294 5.83 26.65
4 0.2043 5.19 21.14
5 0.1819 4.62 16.76
6 0.162 4.11 13.29
7 0.1443 3.67 10.55
8 0.1285 3.26 8.36
9 0.1144 2.91 6.63
10 0.1019 2.59 5.26
11 0.0907 2.30 4.17
12 0.0808 2.05 3.31
13 0.072 1.83 2.63
14 0.0641 1.63 2.08
15 0.0571 1.45 1.65
16 0.0508 1.29 1.31
17 0.0453 1.15 1.04
18 0.0403 1.02 0.82
19 0.0359 0.91 0.65
20 0.032 0.81 0.52
21 0.0285 0.72 0.41
22 0.0254 0.65 0.33
23 0.0226 0.57 0.26
24 0.0201 0.51 0.20
25 0.0179 0.45 0.16
26 0.0159 0.40 0.13

Scanner (Pemindai)

Pemindai (Scanner)

Pemindai (scanner) merupakan perangkat masukan yang dipergunakan untuk masukan dalam bentuk grafis. Adapun jenis-jenis dari pemindai, yaitu:

  1. Pemindai High-End Drum. Pemindai ini mampu memindai dengan pantulan dan kebeningan dari benda berukuran 33mm  hingga 16-kaki x 20inci dengan resolusi tinggi (10,000dpi+).
  2. Pemindai compact document. Pemindai ini didesain khusus untuk OCR (Optical Character Recognition) dan manajemen dokumen.
  3. Pemindai Slide/Transparancy. Pemindai ini bekerja dengan melakukan perbandingan terhadap cahaya datang dan cahaya pantul yang melalui citra.
  4. Pemindai Barcode. Pemindai ini biasanya dipergunakan pada minimarket untuk membaca harga dari sebuah produk.
  5. Pemindai Flatbed. Merupakan tipe pemindai yang umum ditemui dipasaran. Tipe ini mampu menangkap warna gambar, dokumen, halaman buku dan majalah atau klise photo.

Prinsip Kerja Pemindai

Semua pemindai bekerja dengan prinsip pencerminan cahaya. Sebuah citra diletakkan diatas kaca yang dibagian bawahnya terdapat sumber cahaya dan sensor. Sejumlah cahaya dicerminkan melewati citra dan diterima oleh sensor. Oleh sensor, cahaya akan dikonversikan ke tegangan yang sebanding dengan intensitas cahaya. Prinsip kerja pemindai digambarkan  pada gambar berikut:

scanner

Prinsip kerja pemindai

Piksel

Piksel

Piksel adalah unsur citra atau representasi sebuah titik terkecil dalam sebuah citra digital yang dihitung perinci. Piksel berasal dari akronim bahasa inggris yaitu Picture Element yang disingkat menjadi Pixel.

Dimensi dari setiap piksel dapat ditentukan ukurannya sesuai dengan kebutuhan. Ukuran piksel menentukan bagaimana kasar atau halusnya citra yang akan di representasikan. Semakin banyak piksel yang digunakan, maka akan semakin halus atau lebih detail citra yang ditampilkan dan akan berpengaruh terhadap penyimpanan dan kecepatan proses. Apabila semakin sedikit piksel yang digunakan, maka akan tejadi kehilangan informasi atau kehalusan citra akan terlihat lebih kasar.

representasi citra digital

Representasi citra digital dalam berbagai macam ukuran piksel

Lokasi dalam setiap piksel di definisikan dalam bentuk baris dan kolom dimana didalamnya terdapat informasi mengenai posisi piksel. Apabila piksel memuat sistem koordinat kartesian, maka setiap baris merupakan paralel dengan sumbu x (x-axis), dan kolom paralel dengan sumbu y (y-axis).

lokasi piksel

Lokasi dalam Setiap Piksel

Beberapa metode yang digunakan untuk mengukur luas daun

1. Metode Kertas Milimeter

    Metode ini menggunakan kertas milimeter dan peralatan menggambar untuk mengukur luas daun. Metode ini dapat diterapkan cukup efektif pada daun dengan bentuk daun relatif sederhana dan teratur. Pada dasarnya, daun digambar pada kertas milimeter yang dapat dengan mudah dikerjakan dengan meletakkan daun diatas kertas milimeter dan pola daun diikuti. Luas daun ditaksir berdasarkan jumlah kotak yang terdapat dalam pola daun. Sekalipun metode ini cukup sederhana, waktu yang dibutuhkan untuk mengukur suatu luasan daun relatif lama, sehingga ini tidak cukup praktis diterapkan apabila jumlah sampel banyak.

    2. Gravimetri

      Metode ini menggunakan timbangan dan alat pengering daun (oven). Pada prinsipnya luas daun ditaksir melalui perbandingan berat (gravimetri). Ini dapat dilakukan pertama dengan menggambar daun yang akan ditaksir luasnya pada sehelai kertas, yang menghasilkan replika (tiruan) daun. Replika daun kemudian digunting dari kertas yang berat dan luasnya sudah diketahui. Luas daun kemudian ditaksir berdasarkan perbandingan berat replika daun dengan berat total kertas.

      3. Planimeter

        Planimeter merupakan suatu alat yang sering digunakan untuk mengukur suatu luasan dengan bentuk yang tidak teratur dan berukuran besar seperti peta. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur luas daun apabila bentuk daun tidak terlalu rumit. Jika daun banyak dan berukuran kecil, metode ini kurang praktis karena membutuhkan banyak waktu. Suatu hal yang perlu diingat dalam penggunaan planimeter adalah bahwa pergeseran alat yang searah dengan jarum jam merupakan faktor yang menentukan tingkat ketelitian pengukuran. Ini sering menjadi masalah pada pengukuran daun secara langsung karena pinggiran daun yang tidak dapat dibuat rata dengan tempat pengukuran sekalipun permukaan tempat pengukuran telah dibuat rata dan halus.

        4. Metode Panjang Kali Lebar

          Metode yang dipakai untuk daun yang bentuknya teratur, luas daun dapat ditaksir dengan mengukur panjang dan lebar daun.

          5. Metode Fotografi

            Metode ini sangat jarang digunakan. Dengan metode ini, daun-daun tanaman ditempatkan pada suatu bidang datar yang berwarna terang (putih) dipotret bersama-sama dengan suatu penampang atau lempengan (segi empat) yang telah diketahui luasnya. Luas hasil foto daun dan lempengan acuan dapat kemudian diukur dengan salah satu metode yang sesuai sebagaimana diuraikan diatas seperti planimeter. Luas daun kemudian dapat ditaksir kemudian berdasarkan perbandingan luas hasil foto seluruh daun dengan luas lempengan acuan tersebut.

            Software untuk menghitung Luas Daun

            Software

            Isometrik

            Isometrik merupakan gambar proyeksi miring dari sebuah objek. Cara menggambar isometrik ialah dengan menampilkan tiga bidang dari objek, yaitu bidang sebelah atas, kiri dan kanan yang semuanya diproyeksikan pada sebuah bidang datar setelah objek tersebut dimiringkan pada sudut tertentu. Ketiga bidang itu dibatasi oleh tiga sumbu dan masing-masing sumbu membentuk sudut kemiringan yang berbeda. Hasil gambar isometrik  masih merupakan gambar dua dimensi.

            sudut isometrik

            Teks pada gambar isometrik

            Gambar isometrik banyak dilengkapi teks untuk memberikan keterangan pada gambar. Teks tersebut perlu ditampilkan sesuai dengan keadaan isometrik, untuk itu perlu diperhatikan Obliquing angle dan Rotation angle.

            Bagi pemula agar bisa cepat menggambar isometrik dapat memanfaatkan simbol-simbol yang sudah banyak disediakan disitus-situs yang berhubungan dengan autocad, salah satunya www.bibliocad.com. Disini banyak tersedia simbol-simbol dari berbagai macam kategori. Untuk menggambar simbol dari arah sudut yang berbeda bisa memodifikasi simbol-simbol yang sudah ada (mirror, rotate, dll). Untuk anda yang dikejar deadline, bisa memanfaatkan kreatifitas anda dengan memodifikasi gambar yang sudah dibuat sebelumnya. Ada sedikit kesulitan bagi seorang pemula untuk menggambar isometrik yaitu pemahaman tentang sudut. Untuk memudahkan dalam menggambar bisa menggunakan fasilitas isometric snap. Cara mengaktifkan nya anda bisa mengetikkan ddrmodes pada command prompt.

            Bagi anda yang menggambar jalur pipa (pipeline) isometrik, simbol yang sering anda pakai diantaranya; flange, union hammer, eccentric reducer & concentric reducer, valve (di sesuaikan dengan kebutuhan), dll. Jika anda memerlukan tebal garis yang berbeda (width), anda bisa menggunakan polyline(command prompt: pl). Untuk membuat garis putus-putus, autocad sudah cukup banyak menyediakan linetype  yang bisa dipilih pada toolbar. Pada tampilan pertama linetype yang tersedia hanya beberapa saja, anda bisa load untuk linetype yang lain.